Kamis, 25 Juni 2020

Pembangunan Daera Kabupaten Madiun


Pembangunan Daerah di Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang terletak di Jawa Timur bagian barat ini memiliki luas sebesar 101.086 Ha yang terbagi dalam 15 Kecamatan dan 8 Kelurahan dan 198 Desa. Dengan wilayah yang luas tentu menyimpan potensi baik alam maupun SDM nya.
            Dalam satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto, Pemkab Madiun mulai intensif memajukan potensi pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Madiun. Upaya yang dilakukan dimulai dengan melakukan pemetaan sejumlah objek wisata yang menjadi unggulan di wilayah Kabupaten Madiun. Objek-objek wisata tersebut diharapkan akan menjadi destinasi prioritas yang akan dikembangkan dengan disertai pembangunan infrastruktur yang memadai.
Tempat wisata yang ada di Kabupaten Madiun diantaranya objek taman wisata watu rumpuk, waduk bening widas, monumen kresek, festival Kabupaten Madiun kampung pesilat, dan kesenian dongkrek. Selain untuk memperkenalkan keunggulan yang ada di wilayah Kabupaten Madiun upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat disekitar tempat wisata. Dengan meningkatkan pesona wisata yang ada di Kabupaten Madiun diharapkan dapat menarik minat wisatawan yang nantinya akan berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada akhirnya akan turut meningkatkan kesejahteraan bagi warga setempat.
Adapun Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) yang dilaksanakan pada bulan Maret lalu membahas mengenai sasaran prioritas 12 sasaran prioritas yang harus dicapai demi terwujudnya program prioritas pembangunan daerah tahun 2021. Diantaranya, meningkatnya kualitas infrastruktur jalan, meningkatnya sarana prasarana keselamatan jalan, meningkatnya jumlah kunjungan wisata dan meningkatnya usaha Industri Kecil Dan Menengah. Kemudian, meningkatnya usaha perdagangan, meningkatnya pendapatan petani, meningkatnya akses dan mutu pendidikan, meningkatnya nilai-nilai keagamaan siswa, meningkatnya pelayanan kesehatan dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat, penurunan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta peningkatan kepesertaan jaminan perlindungan sosial untuk masyarakat miskin dan rentan miskin.
Kita sebagai masyarakat Kabupaten Madiun harus turut membantu pemerintah dalam upaya pembangunan daerah. Hal yang bisa kita lakukan yaitu salah satunya dengan menciptakan usaha yang nantinya dapat menyerap tenaga kerja sehingga didapati pembangunan daerah yang merata di Kabupaten Madiun.




International Trade


Kedua video tersebut membahas mengenai perdagangan internasional.
Dalam video pertama kita dapat mengetahui bahwa perdagangan internasional merupakan hal yang penting dalam ekonomi global. Dalam perdagangan internasional terjadi kegiatan ekpor impor antara negara satu dengan yang lain. Setiap negara memiliki keunggulan produksi di bidang masing-masing.  Seperti contoh pada tahun 2014 Amerika mengimpor lebih dari 2T dolar seperti minyak mobil dan pakaian dari negara di seluruh dunia. Namun Amerika adalah negara ekportir terbesar kedua di dunia yang menjual teknologi tinggi seperti obat-obatan, turbin jet, generator dan pesawat terbang ke seluruh negara di dunia. Dan juga mengekspor barang intelektual seperti album Kanye West film pixar sebaik komoditi dalam jumlah besar seperti jagung, minyak dan kapas. Dalam kegiatan ekspor impor dapat terjadi surplus dan defisit. Terjadi surplus dimana ekspor lebih besar dari pada impor. Sedangkan defisit terjadi jika impor lebih besar daripada ekspor. Perdagangan antar negara tergantung permintaan barang suatu negara, stabilitas politik, dan suku bunga. Namun yang paling penting yaitu faktor nilai tukar. Bagaimana bisa nilai tukar menjadi faktor penting dalam perdagangan internasional?
            Dari video tersebut diketahui bahwa jika nilai dollar menurun maka barang impor akan menjadi mahal sehingga menyebabkan impor mengalami penurunan sedangkan barang ekspor menjadi murah sehingga menyebabkan tingginya nilai ekspor. Jika nilai dolar mengalami kenaikan maka impor akan menjadi murah sehingga mengakibatkan tingginya nilai impor sedangkan barang ekspor menjadi mahal sehingga nilai ekspor emngalami penurunan. Hal tersebut berlaku jika sesuatu negara menggunakan mata uang dolar.
Sedangkan di video kedua membahas mengenai 4 metode pembayaran dalam perdagangan internasional.
1.     Open Account: Dalam pembayaran jenis ini hal pertama yaitu sales contract yang dibuat oleh eksportir dan importer lalu pengiriman dilakukan lebih dulu disusul dengan document, baru kemudian pembayaran dilakukan oleh importir. Dalam hal ini resiko terjadi kepada eksportir karena eksportir harus mengirimkan barang terlebih dulu. Disinilah eksportir harus memiliki kepercayaan yang penuh terhadap importer.
2.     Advance Payment: Dalam pembayaran jenis ini hal pertama yang dilakukan yaitu sales contract antara eksportir dan importer. Kemudian dilakukannya pembayaran terlebih dahulu oleh importir. Kemudian dilakukan pengiriman barang oleh eksportir dan kemudian dikirimkannya dokumen oleh eksportir kepada importir. Dalam hal ini importir harus mempercayai eksportir dikarenakan ia harus membayar lebih dulu.

3. Documentary Collection

Documentary Collection merupakan sistem pembayaran dengan cara penjual mengirimkan barang kepada pembeli dan melakukan penagihan pembayaran dengan menggunakan dokumen melalui jasa Bank.
Pada umumnya terdapat 2 (dua) jenis Documentary Collection :
·       Collection D/P (Document against Payment).
Dokumen diserahkan kepada pembeli setelah pembeli membayar lunas harga barang yang tercantum pada dokumen atas pengiriman barang.
·       Collection D/A (Document against Acceptance).
Dokumen diserahkan kepada pembeli setelah pembeli mengaksep draft yang dilampirkan dalam dokumen. Pembayaran dilakukan oleh pembeli pada tanggal jatuh tempo yang tertera dalam draft yang diaksep.
4. Letter of Credit (L/C)
Letter of Credit (L/C) adalah jaminan pembayaran/janji bayar dari issuing Bank kepada pihak penerima (beneficiary), apabila dokumen yang telah disampaikan oleh beneficiary sesuai dengan syarat-syarat L/C, UCP 600, dan standar praktik perbankan internasional (complying presentation).
  • L/C berlandaskan peraturan (rules) Unifom Customs and Practice for Documentary Credit ICC Publication No. 600 (UCP 600).
  • L/C bersifat irrevocable yang artinya tidak bisa dibatalkan secara sepihak.
  • L/C bersifat independen (dalam artian terpisah dari sales contract).

Kamis, 26 Maret 2020

Perdagangan Luar Negeri dan Neraca Pembayaran


Perdagangan Luar Negeri dan Neraca Pembayaran
BAB I
Pendahuluan
1.1   Latar Belakang
Di era globalisasi ini hampir semua negara di dunia  melakukan perdagangan internasional. Perdagangan internasional didefinisikan sebagai perdagangan antar atau lintas negara, yang mencakup ekspor dan impor. Perdagangan internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni  perdagangan barang (fisik) dan perdagangan jasa (Tulus Tambunan, 2001:1).
Perdagangan internasional juga merupakan salah satu cara yang diperlukan bagi suatu negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasionalnya. Didukung kemajuan teknologi dan aksesbilitas transportasi yang semakin maju dewasa ini, membuat perpindahan barang atau jasa oleh setiap negara di dunia menjadi lebih cepat dan efisen. Arus informasi yang ada, memungkinkan setiap negara lebih mengenal dan memahami negara lain. Dalam bidang ekonomi, setiap bangsa akan lebih mudah mengetahui dari mana barang-barang dapat diperoleh untuk memenuhi berbagai kebutuhannya dan sebaliknya kemana memasarkan produk-produk unggulannya (Astutidan Fatmawati, 2013).
Perdagangan internasional merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat pada era globalisasidan digitalisasi. Perdagangan saat ini mustahil untuk dapat menghentikan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan mudah (Satryanadan Karmini: 2016)
Hal yang tidak luput dari kegiatan perdagangan internasional adalah kegiatan ekspor impor yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjalin hubungan dengan negara lain. Kegiatan ekspor impor nantinya dicatat dalam neraca perdagangan. Nantinya neraca perdagangan menjadi salah satu komponen dari neraca pembayaran.
Neraca pembayaran menggambarkan hubungan ekonomi antara suatu negara dan engara lainnya. Pada neraca pembayaran tergambar keadaan ekspor, impor, penanaman modal, pinjaman, dan hal-hal lain yang mencangkup neraca pembayaran. (Alam, S, 2007: 119)
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk (resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest of the world) untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun (Hady, 2009).
Melihat perdagangan internasional dan neraca pembayaran merupakan suatu hal yang berkaitan dengan suatu negara dengan negara lainnya, tidak dipungkiri bahwasanya keduanya memiliki kendala dalam pelaksanaannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana masalah yang timbul dalam kegiatan perdagangan luar negeri?
2. Bagaimana masalah yang timbul pada neraca pembayaran Indonesia?
1.3 Tujuan
Pembahasan mengenai ­­perdagangan luar negeri dan neraca pembayarn Indonesia ini bertujuan agar pembaca dapat memahami bagaimana permasalahan yang timbul akibat kegiatan perdagangan luar negeri dan bagaimana permasalahan yang dihadapi pemerintah terkait dengan neraca pembayaran.
Bab II
Kajian Teori
2.1 Pengertian Perdagangan
Pengertian perdagangan atau perniagaan dalam Pasal 3 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) adalah membeli barang untuk dijual kembali dalam jumlah banyak atau sedikit, masih berupa bahan atau sudah jadi, atau hanya untuk disewakan pemakaiannya. Perbuatan perdagangan dalam pasal ini hanya meliputi perbuatan membeli, tidak meliputi perbuatan menjual.


2.2 Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional didefinisikan sebagai perdagangan antar atau lintas negara, yang mencakup ekspor dan impor. Perdagangan internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni  perdagangan barang (fisik) dan perdagangan jasa (Tulus Tambunan, 2001:1).
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan antar negara atau pemerintah negara dengan negara lain. Di mana antar negara memiliki hubungan perdagangan yang sesuai kesepakatan antar kedua belah pihak yang melakukan perdagangan internasional tersebut.
2.2.1 Pendorong Perdagangan internasional
Beberapa faktor penyebab perdagangan internasional antara lain:
·       Revolusi informasi dan transportasi
Dengan berkembangnya era informasi dan teknologi, pemakaian sistem berbasis komputer serta kemajuan dalam bidang informasi, penggunaan satelit serta digitalisasi mulai terjadi.
·       Interpedensi kebutuhan
Masing-maing negara memiliki keunggulan serta kelebihan di masing-masing aspek, ditinjau dari sumber daya alam, manusia, serta teknologinya.
·       Liberalisasi ekonomi
Kebebasan dalam melakukan transaksi serta melakukan kerja sama memiliki implikasi bahwa masing-masing negara mencari peluang dengan berinteraksi lewat perdagangan internasional.
·       Keunggulan komparatif
Keunikan suatu negara tidak dimiliki oleh negara lain. Hal ini membuat negara memiliki keunggulan yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan bagi negara tersebut.
·       Kebutuhan devisa
Perdagangan internasional memenuhi kebutuhan devisa suatu negara. Untuk memenuhi kebutuhannya, negara harus memiliki cadangan devisa untuk melakukan pembangunan dalam negeri.

2.2.2 Bentuk perdagangan internasional terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.     Perdagangan bilateral, perdagangan antara negara.
2.     Perdagangan regional, perdagangan yang dilakukan oleh beberapa negara dalam satu kawasan. Misalnya, ASEAN.
3.     Perdagangan multilateral, perdagangan antar negara yang tidak dibatasi suatu kawasan.
2.2.3 Jenis Perdagangan Internasional
Ada beberapa jenis perdagangan internasional yang sudah dilakukan sampai saat ini, yaitu:
1. Ekspor dan impor Ekspor dan impor menjadi kegiatan perdagangan internasional yang sering dilakukan semua negara. Terdapat dua cara ekspor, yaitu ekspor biasa melalui ketentuan yang berlaku dan ekspor tanpa L/C di mana barang dikirim melalui izin departemen perdagangan.
2. Barter Barter atau tukar menukar barang masih sering dilakukan di beberapa negara. Biasanya barter yang dilakukan adalah direct barter, switch barter, counter purchase dan bay back barter.
3. Konsinyasi Penjualan dengan cara pengiriman barang ke luar negeri di mana belum terdapat pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya bisa dilaksanakan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan kegiatan lelang.
4. Border crossing Muncul dari dua negara yang berdekatan dengan tujuan untuk memudahkan penduduknya saling melakukan transaksi jual-beli.
2.2.4 Manfaat Perdagangan Internasional
         1. Memperoleh Devisa
                        Jika kita mengekspor suatu komoditas, kita mendapat mata uang asing seperti dolar Amerika, yen atau jenis mata uang lainnya. Mata uang asing ini biasa disebut devisa. Devisa dapat digunakan untuk, misalnya, mengimpor barang modal dan konsumsi.
2. Memperluas kesempatan kerja
               Kegiatan ekspor dalam perdagangan internasional memberi kesempatan untuk memperluas kesempatan kerja. Dalam menghasilkan suatu barang, apalagi yang tujuannya untuk kegiatan ekspor, tentu sangat membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan terampil. Maka dari itu dengan adanya kegiatan ekspor ini dapat membuka kesempatan kerja yang luas.
3.   Menstabilkan harga-harga
Jika harga suatu jenis barang dalam negeri mahal atau jumlahnya kurang dan tidak memenuhi permintaan pasar, maka barang tersebut harus diimpor. Dengan adanya impor harga barang jenis tersebut akan stabil dan permintaan pun dapat terpenuhi.
4.     Meningkatkan kualitas konsumsi
Melalui kegiatan perdagangan luar negeri, penduduk dapat membeli barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri atau mutunya belum sebaik produk luar negeri. Perdagangan internasional dapat memacu industri dalam negeri untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan agar dapat bersaing di pasar internasional.
5.     Mempercepat ahli teknologi
               Untuk menggunakan barang-barang yang diimpor dari luar negeri, dibutuhkan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Oleh karena itu, pihak penjual perlu mengadakan bimbingan atau pelatihan untuk menggunakannya. Hal seperti itu akan mempercepat alih teknologi. Alih teknologi memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih modern.

2.3 Pengertian Neraca Pembayaran Indonesia
                        Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk (resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest of the world) untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun (Hady, 2009).
                        Neraca pembayaran mencatat jumlah ekspor dan impor, pemberian dan penerimaan jasa dari negara lain, pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, penanaman modal, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hubungan ekonomi. (Alam, S. 2007: 119)
                        Neraca pembayaran (balance  of payment) suatu negara adalah catatan yang sistematis tentang transaksi internasional antara penduduk negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu (Nopirin, 1988).
2.3.1 Fungsi neraca pembayaran
         1. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi. Dalam hal ini terkait ekspor impor, hubungan utang piutang, hubungan penanaman modal, dan hubungan yang lainnya yang menyangkut neraca pembayaran.
         2. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dibidang moneter dan fiskal. Dari neraca pembayaran dapat dilihat jumlah cadangan devisa. Jika cadangan devisa sudah menipis, pemerintah akan membuat kebijakan untuk menambah devisa atau menghemat devisa.
3. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.
4. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dibidang politik perdagangan internasional.
2.3.2 Transaksi dalam Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran suatu negara meliputi tiga jenis transaksi, yaitu transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial atau keuangan. Transaksi berjalan akan mencakup segala transaksi yang berasal dari perdagangan barang dan jasa serta pendapatan yang berasal dari investasi asing.
Sementara itu, transaksi modal dan transaksi keuangan umumnya didefinisikan sama. Dalam arti sempit, transaksi modal hanya mencakup transaksi dalam instrumen keuangan, sedangkan dalam arti luas, akun modal mencakup transaksi dalam instrumen keuangan dan cadangan bank sentral. (wartaekonomi.co.id)
2.3.3 Penghitungan neraca pembayaran
Satu hal yang paling utama dalam menghitung neraca pembayaran adalah keseimbangan antara arus masuk dan arus keluar. Dalam artian, ketika seluruh komponen dalam arus masuk dan arus keluar dijumlahkan, nilainya haruslah nol. Namun, sayangnya hal tersebut relatif sulit ditemukan. Ketidakseimbangan tersebutlah yang akan menghasilkan apa yang disebut dengan surplus dan defisit neraca pembayaran. (wartaekonomi.co.id)
Bab II
Pembahasan
3.1 Permasalahan terkait dengan perdagangan luar negeri
·       Pembebasan izin impor bawang putih dan bawang bombay
Dikutip dari CNBC Indonesia, Kementerian Perdagangan membebaskan izin impor bawang putih dan bawang bombay. Ini dilakukan dari 18 Maret hingga 31 Maret 2020. Hal ini dilakukan guna membuat harga segera turun. Dalam sebulan terakhir, harga bawang putih sempat tembus Rp 70 ribu per kg dan bawang bombay mencapai Rp 140 ribu per kg atau naik lebih dari 100%.
Pembebasan izin impor dilakukan dengan menghapuskan persetujuan impor (PI) serta laporan surveyor (LS) bawang putih dan bawang bombay. Ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Kebijakan ini dterapkan untuk menjaga harga barang dan bahan pangan pokok seperti gula, bawang putih, daging, dan barang/bahan pokok lainnya yang penyediaannya dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sehingga diharapkan tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang signifikan di masyarakat, apalagi dalam menghadapi dampak wabah COVID-19 dan menjelang bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1441 H.
Dengan penghapusan Persetujuan Impor sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 27 Tahun 2020, maka seluruh persyaratan izin impor oleh Menteri Perdagangan termasuk Rekomendasi untuk Persetujuan Impor bawang putih dan bawang bombay tidak diperlukan lagi. Kemendag mengimbau semua pihak untuk memahami situasi pandemik COVID-19 ini dan mengambil langkah-langkah cepat untuk mengamankan kebutuhan pangan masyarakat. Kepada para importir diminta segera memanfaatkan relaksasi ini dengan baik guna memenuhi pasokan di dalam negeri.
Jadi dalam permasalahan diatas, terkait dengan kebijakan pembebasan izin impor terhadap produk bawang merah dan bawang Bombay. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan di dalam negeri serta menjaga agar harga produk tersebut tetap bisa dijangkau oleh masyarakat.
·       Dampak Covid-19 Ekspor-Impor Terhambat Mengindikasikan Harga Pangan Naik
Mewabahnya virus corona (Covid-19) sejak akhir Desember 2019 menyebabkan lalu lintas perdagangan internasional terhambat. Adanya kenaikan harga sejumah komoditas pangan terjadi lantaran terhambatnya impor akibat wacah Covid-19.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa virus corona tentu berdampak pada sektor perdagangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam sitasi ini (wabah corona, Red), China menjadi partner dagang terbesar Indonesia. Sejumlah jenis barang mengalami perlambatan teruma yang diimpor dari China akibat virus corona. presentase impor barang dari China sebesar 26 persen, sementara ekspor ke China sebesar 16,7 persen. Barang kebutuhan pangan yang di impor langsung dari China meliputi bawang putih dan buah-buahan. Selain bawang putih, komoditas lain yang harganya turut melonjak yakni gula pasir. Beberapa waktu terakhir, gula pasir dalam kondisi yang cukup langka, harga gula pasir eceran sendiri kini dijual seharga Rp17.000 per kilogram.
Keadaan tersebut diperburuk dengan kepanikan yang terjadi di kalangan masyakat. Kondisi masyarakat yang berbelanja secara berlebihan (panic buying) memicu kelangkaan sejumlah komoditas. Sebelumnya Kementerian Perdagangan mengugkapkan, jika panic buying justu dapat merugikan masyarakat, kondisi ini dapat memicu ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan pasokan. Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar tidak menyebar informasi yang tidak jelas terkait pasokan dan harga bapok, serta tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang tidak benar terkait isu ini, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
3.2  Permasalahan terkait dengan neraca pembayaran

·       Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV Surplus US$4,3 Miliar

Dikutip dari CNN Indonesia, Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal keempat 2019 surplus sebesar US$4,3 miliar. Realisasi ini tercatat jauh lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya yang defisit US$46 juta.
Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko mengatakan surplus neraca pembayaran ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat, serta defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali.
Dengan begitu, posisi cadangan devisa akhir Desember 2019 mencapai US$129,2 miliar atau naik dari September 2019 yang hanya US$124,3 miliar. Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Surplus transaksi modal dan finansial mencapai US$12,4 miliar per kuartal IV atau lebih tinggi dari kuartal sebelumnya US$7,4 miliar. Besarnya surplus didorong oleh tingginya arus masuk investasi portofolio yang bersumber dari penerbitan obligasi global, baik pemerintah maupun korporasi.
Selain itu, investasi lain juga mencatat surplus sejalan dengan penarikan simpanan bank di luar negeri oleh pelaku domestik dan bertambahnya penempatan dana nonresiden di bank dalam negeri.Sementara, defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal IV sebesar US$8,1 miliar (2,84 persen dari Produk Domestik Bruto/PDB). Hal tersebut dikarenakan surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat, ditopang oleh penurunan impor nonmigas di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat.
Secara keseluruhan, neraca pembayaran sepanjang tahun lalu surplus US$4,7 miliar atau membaik dari tahun sebelumnya yang defisit US$7,1 miliar. Defisit neraca transaksi berjalan sebesar US$30,4 miliar atau 2,72 persen dari PDB atau membaik dari tahun lalu, yaitu 2,94 persen. Serta senantiasa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna meningkatkan ketahanan sektor eksternal, termasuk mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA).

·    Neraca Dagang RI Surplus Tinggi, Tapi Kenapa Harus Hati-hati?

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus tinggi pada Februari 2020. Namun dengan adanya hal itu, Indonesia perlu waspada. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada Februari sebesar US$ 13,94 miliar atau naik 11% year-on-year (YoY). Sementara impor tercatat US$ 11,6 miliar, turun 5,11% YoY. Ini membuat neraca perdagangan membukukan surplus US$ 2,34 miliar, tertinggi sejak 2011.

Di satu sisi, neraca pembayaran yang surplus tinggi menjadi kabar baik. Ketersediaan valas di perekonomian domestik meningkat, sehingga tekanan transaksi berjalan (current account) menurun. Ini bisa menjadi modal untuk memperkuat fondasi rupiah. Namun di sisi lain, surplus ini patut dikhawatirkan. Pasalnya data yang ada begitu jelas menggambarkan rantai pasok yang rusak.

Investasi Suram

Pada Februari, BPS mencatat impor dari China turun US$ 1,95 miliar dibandingkan Januari. Penurunan terbesar terjadi di mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanik, serta barang plastik dan barang dari plastik.

Pada Februari, impor barang konsumsi turun 12,81% YoY dan 39,91% month-on-month (MoM). Kemudian bahan baku/penolong turun 1,5% YoY dan 15,89% MoM. Sedangkan barang modal turun 16,44% YoY dan 18,03% MoM.

Koreksi di bahan baku/penolong dan barang modal membuat prospek investasi menjadi suram. Sebab, dua kelompok ini akan sangat menentukan realisasi investasi dalam beberapa bulan ke depan. Begitu investasi melambat, maka pada gilirannya konsumsi rumah tangga akan terpengaruh. Perlambatan investasi tentu menyebabkan keterbatasan penciptaan lapangan kerja. Akibatnya, daya beli rumah tangga bakal terpengaruh.

Oleh karena itu, sepertinya akan sulit untuk berharap Indonesia bisa terhindar dari perlambatan ekonomi. Bank Indonesia (BI) sudah memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2019 di bawah 5%.

 

Daftar Pustaka

Alam, S. (2007). Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X. Jakarta: Esis

Cnbcindonesia.com, "Harga Bawang Putih & Bombay Selangit, Mendag Bebaskan Impor", 25 Maret 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200325182015-4-147469/harga-bawang-putih-bombay-selangit-mendag-bebaskan-impor [diakses pada 26 Maret 2020]
Cnbcindonesia.com, Neraca Dagang RI Surplus Tinggi, Tapi Kenapa Harus Hati-hati?, 16 Maret 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200316120946-4-145132/neraca-dagang-ri-surplus-tinggi-tapi-kenapa-harus-hati-hati/3, [diakses pada 26 Maret 2020]
Cnnindonesia.com, "Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV Surplus US$4,3 Miliar", 10 Februari 2020, https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200210110251-532-473185/neraca-pembayaran-indonesia-kuartal-iv-surplus-us-43-miliar, [diakses pada 26 Maret 2020]
Effendy, A. (2014). ANALISIS NERACA PEMBAYARAN INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KEYNESIAN DAN MONETARIS.
Fitri, W. (2014). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NERACA TRANSAKSI BERJALAN : STUDI KASUS INDONESIA TAHUN  1990-2011. Economics Development Analysis Journal. Hal 56
Kompas.com, "Perdagangan Internasional: Pengertian dan Manfaatnya", 6 Januari 2020, https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/06/190000469/perdagangan-internasional-pengertian-dan-manfaatnya?page=all. [diakses pada 26 Maret 2020]
Newstrubus.id, "Dampak Covid-19 Ekspor-Impor Terhambat Mengindikasikan Harga Pangan Naik, Begini Penjelasan Kadin", 12 Maret 2020, https://news.trubus.id/baca/35780/dampak-covid-19-ekspor-impor-terhambat-mengindikasikan-harga-pangan-naik-begini-penjelasan-kadin, [diakses pada 26 maret 2020]
Wartaekonomi.co.id, "Apa Itu Neraca Pembayaran Indonesia?", 18 April 2019, https://www.wartaekonomi.co.id/read224343/apa-itu-neraca-pembayaran-indonesia [diakses pada 26 Maret 2020]