Kamis, 25 Juni 2020

International Trade


Kedua video tersebut membahas mengenai perdagangan internasional.
Dalam video pertama kita dapat mengetahui bahwa perdagangan internasional merupakan hal yang penting dalam ekonomi global. Dalam perdagangan internasional terjadi kegiatan ekpor impor antara negara satu dengan yang lain. Setiap negara memiliki keunggulan produksi di bidang masing-masing.  Seperti contoh pada tahun 2014 Amerika mengimpor lebih dari 2T dolar seperti minyak mobil dan pakaian dari negara di seluruh dunia. Namun Amerika adalah negara ekportir terbesar kedua di dunia yang menjual teknologi tinggi seperti obat-obatan, turbin jet, generator dan pesawat terbang ke seluruh negara di dunia. Dan juga mengekspor barang intelektual seperti album Kanye West film pixar sebaik komoditi dalam jumlah besar seperti jagung, minyak dan kapas. Dalam kegiatan ekspor impor dapat terjadi surplus dan defisit. Terjadi surplus dimana ekspor lebih besar dari pada impor. Sedangkan defisit terjadi jika impor lebih besar daripada ekspor. Perdagangan antar negara tergantung permintaan barang suatu negara, stabilitas politik, dan suku bunga. Namun yang paling penting yaitu faktor nilai tukar. Bagaimana bisa nilai tukar menjadi faktor penting dalam perdagangan internasional?
            Dari video tersebut diketahui bahwa jika nilai dollar menurun maka barang impor akan menjadi mahal sehingga menyebabkan impor mengalami penurunan sedangkan barang ekspor menjadi murah sehingga menyebabkan tingginya nilai ekspor. Jika nilai dolar mengalami kenaikan maka impor akan menjadi murah sehingga mengakibatkan tingginya nilai impor sedangkan barang ekspor menjadi mahal sehingga nilai ekspor emngalami penurunan. Hal tersebut berlaku jika sesuatu negara menggunakan mata uang dolar.
Sedangkan di video kedua membahas mengenai 4 metode pembayaran dalam perdagangan internasional.
1.     Open Account: Dalam pembayaran jenis ini hal pertama yaitu sales contract yang dibuat oleh eksportir dan importer lalu pengiriman dilakukan lebih dulu disusul dengan document, baru kemudian pembayaran dilakukan oleh importir. Dalam hal ini resiko terjadi kepada eksportir karena eksportir harus mengirimkan barang terlebih dulu. Disinilah eksportir harus memiliki kepercayaan yang penuh terhadap importer.
2.     Advance Payment: Dalam pembayaran jenis ini hal pertama yang dilakukan yaitu sales contract antara eksportir dan importer. Kemudian dilakukannya pembayaran terlebih dahulu oleh importir. Kemudian dilakukan pengiriman barang oleh eksportir dan kemudian dikirimkannya dokumen oleh eksportir kepada importir. Dalam hal ini importir harus mempercayai eksportir dikarenakan ia harus membayar lebih dulu.

3. Documentary Collection

Documentary Collection merupakan sistem pembayaran dengan cara penjual mengirimkan barang kepada pembeli dan melakukan penagihan pembayaran dengan menggunakan dokumen melalui jasa Bank.
Pada umumnya terdapat 2 (dua) jenis Documentary Collection :
·       Collection D/P (Document against Payment).
Dokumen diserahkan kepada pembeli setelah pembeli membayar lunas harga barang yang tercantum pada dokumen atas pengiriman barang.
·       Collection D/A (Document against Acceptance).
Dokumen diserahkan kepada pembeli setelah pembeli mengaksep draft yang dilampirkan dalam dokumen. Pembayaran dilakukan oleh pembeli pada tanggal jatuh tempo yang tertera dalam draft yang diaksep.
4. Letter of Credit (L/C)
Letter of Credit (L/C) adalah jaminan pembayaran/janji bayar dari issuing Bank kepada pihak penerima (beneficiary), apabila dokumen yang telah disampaikan oleh beneficiary sesuai dengan syarat-syarat L/C, UCP 600, dan standar praktik perbankan internasional (complying presentation).
  • L/C berlandaskan peraturan (rules) Unifom Customs and Practice for Documentary Credit ICC Publication No. 600 (UCP 600).
  • L/C bersifat irrevocable yang artinya tidak bisa dibatalkan secara sepihak.
  • L/C bersifat independen (dalam artian terpisah dari sales contract).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar