Perdagangan Luar
Negeri dan Neraca Pembayaran
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi ini hampir semua negara di
dunia melakukan perdagangan
internasional. Perdagangan internasional didefinisikan sebagai perdagangan
antar atau lintas negara, yang mencakup ekspor dan impor. Perdagangan
internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni perdagangan barang (fisik) dan perdagangan
jasa (Tulus Tambunan, 2001:1).
Perdagangan internasional juga merupakan salah satu
cara yang diperlukan bagi suatu negara untuk mencapai tujuan pembangunan
nasionalnya. Didukung kemajuan teknologi dan aksesbilitas transportasi yang
semakin maju dewasa ini, membuat perpindahan barang atau jasa oleh setiap
negara di dunia menjadi lebih cepat dan efisen. Arus informasi yang ada,
memungkinkan setiap negara lebih mengenal dan memahami negara lain. Dalam
bidang ekonomi, setiap bangsa akan lebih mudah mengetahui dari mana
barang-barang dapat diperoleh untuk memenuhi berbagai kebutuhannya dan
sebaliknya kemana memasarkan produk-produk unggulannya (Astutidan Fatmawati,
2013).
Perdagangan
internasional merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
hidup masyarakat pada era globalisasidan digitalisasi. Perdagangan saat ini
mustahil untuk dapat menghentikan produk luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan
mudah (Satryanadan Karmini: 2016)
Hal yang tidak luput
dari kegiatan perdagangan internasional adalah kegiatan ekspor impor yang
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjalin hubungan dengan
negara lain. Kegiatan ekspor impor nantinya dicatat dalam neraca perdagangan.
Nantinya neraca perdagangan menjadi salah satu komponen dari neraca pembayaran.
Neraca pembayaran
menggambarkan hubungan ekonomi antara suatu negara dan engara lainnya. Pada
neraca pembayaran tergambar keadaan ekspor, impor, penanaman modal, pinjaman,
dan hal-hal lain yang mencangkup neraca pembayaran. (Alam, S, 2007: 119)
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yang disusun
secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan
barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara penduduk (resident) suatu
negara dan penduduk luar negeri (rest of the world) untuk suatu periode waktu
tertentu, biasanya satu tahun (Hady, 2009).
Melihat perdagangan
internasional dan neraca pembayaran merupakan suatu hal yang berkaitan dengan
suatu negara dengan negara lainnya, tidak dipungkiri bahwasanya keduanya
memiliki kendala dalam pelaksanaannya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana masalah yang timbul dalam kegiatan perdagangan luar negeri?
2.
Bagaimana masalah yang timbul pada neraca pembayaran Indonesia?
1.3 Tujuan
Pembahasan mengenai “perdagangan luar
negeri dan neraca pembayarn Indonesia” ini bertujuan
agar pembaca dapat memahami bagaimana permasalahan yang timbul akibat kegiatan
perdagangan luar negeri dan bagaimana permasalahan yang dihadapi pemerintah
terkait dengan neraca pembayaran.
Bab
II
Kajian
Teori
2.1 Pengertian Perdagangan
Pengertian perdagangan atau perniagaan dalam Pasal 3
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) adalah membeli barang untuk dijual
kembali dalam jumlah banyak atau sedikit, masih berupa bahan atau sudah jadi,
atau hanya untuk disewakan pemakaiannya. Perbuatan perdagangan dalam pasal ini
hanya meliputi perbuatan membeli, tidak meliputi perbuatan menjual.
2.2 Pengertian Perdagangan
Internasional
Perdagangan internasional didefinisikan sebagai
perdagangan antar atau lintas negara, yang mencakup ekspor dan impor.
Perdagangan internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni perdagangan barang (fisik) dan perdagangan
jasa (Tulus Tambunan, 2001:1).
Perdagangan
internasional adalah perdagangan yang dilakukan antar negara atau pemerintah
negara dengan negara lain. Di mana antar negara memiliki hubungan perdagangan
yang sesuai kesepakatan antar kedua belah pihak yang melakukan perdagangan
internasional tersebut.
2.2.1
Pendorong Perdagangan internasional
Beberapa
faktor penyebab perdagangan internasional antara lain:
· Revolusi informasi dan transportasi
Dengan berkembangnya era informasi dan teknologi, pemakaian
sistem berbasis komputer serta kemajuan dalam bidang informasi, penggunaan
satelit serta digitalisasi mulai terjadi.
· Interpedensi kebutuhan
Masing-maing negara memiliki keunggulan serta kelebihan di
masing-masing aspek, ditinjau dari sumber daya alam, manusia, serta
teknologinya.
· Liberalisasi ekonomi
Kebebasan dalam melakukan transaksi serta melakukan kerja
sama memiliki implikasi bahwa masing-masing negara mencari peluang dengan
berinteraksi lewat perdagangan internasional.
· Keunggulan komparatif
Keunikan suatu negara tidak dimiliki oleh negara lain. Hal
ini membuat negara memiliki keunggulan yang dapat diandalkan sebagai sumber
pendapatan bagi negara tersebut.
· Kebutuhan devisa
Perdagangan
internasional memenuhi kebutuhan devisa suatu negara. Untuk memenuhi
kebutuhannya, negara harus memiliki cadangan devisa untuk melakukan pembangunan
dalam negeri.
2.2.2 Bentuk
perdagangan internasional terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Perdagangan bilateral, perdagangan
antara negara.
2. Perdagangan regional, perdagangan
yang dilakukan oleh beberapa negara dalam satu kawasan. Misalnya, ASEAN.
3. Perdagangan multilateral,
perdagangan antar negara yang tidak dibatasi suatu kawasan.
2.2.3
Jenis Perdagangan Internasional
Ada beberapa jenis perdagangan
internasional yang sudah dilakukan sampai saat ini, yaitu:
1. Ekspor dan impor Ekspor dan impor
menjadi kegiatan perdagangan internasional yang sering dilakukan semua negara.
Terdapat dua cara ekspor, yaitu ekspor biasa melalui ketentuan yang berlaku dan
ekspor tanpa L/C di mana barang dikirim melalui izin departemen perdagangan.
2. Barter Barter atau tukar menukar
barang masih sering dilakukan di beberapa negara. Biasanya barter yang
dilakukan adalah direct barter, switch barter, counter purchase dan bay back
barter.
3. Konsinyasi Penjualan dengan cara
pengiriman barang ke luar negeri di mana belum terdapat pembeli tertentu di
luar negeri. Penjualannya bisa dilaksanakan melalui pasar bebas atau bursa
dagang dengan kegiatan lelang.
4. Border crossing Muncul dari dua
negara yang berdekatan dengan tujuan untuk memudahkan penduduknya saling
melakukan transaksi jual-beli.
2.2.4
Manfaat Perdagangan Internasional
1. Memperoleh Devisa
Jika kita mengekspor
suatu komoditas, kita mendapat mata uang asing seperti dolar Amerika, yen atau
jenis mata uang lainnya. Mata uang asing ini biasa disebut devisa. Devisa dapat
digunakan untuk, misalnya, mengimpor barang modal dan konsumsi.
2. Memperluas kesempatan kerja
Kegiatan
ekspor dalam perdagangan internasional memberi kesempatan untuk memperluas
kesempatan kerja. Dalam menghasilkan suatu barang, apalagi yang tujuannya untuk
kegiatan ekspor, tentu sangat membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan
terampil. Maka dari itu dengan adanya kegiatan ekspor ini dapat membuka
kesempatan kerja yang luas.
3. Menstabilkan harga-harga
Jika harga suatu jenis barang dalam negeri mahal atau
jumlahnya kurang dan tidak memenuhi permintaan pasar, maka barang tersebut
harus diimpor. Dengan adanya impor harga barang jenis tersebut akan stabil dan
permintaan pun dapat terpenuhi.
4. Meningkatkan kualitas konsumsi
Melalui kegiatan perdagangan luar negeri, penduduk dapat
membeli barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri atau mutunya
belum sebaik produk luar negeri. Perdagangan internasional dapat memacu
industri dalam negeri untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan agar
dapat bersaing di pasar internasional.
5.
Mempercepat
ahli teknologi
Untuk
menggunakan barang-barang yang diimpor dari luar negeri, dibutuhkan pengetahuan
atau keterampilan tertentu. Oleh karena itu, pihak penjual perlu mengadakan
bimbingan atau pelatihan untuk menggunakannya. Hal seperti itu akan mempercepat
alih teknologi. Alih teknologi memungkinkan suatu negara untuk mempelajari
teknik produksi yang lebih modern.
2.3 Pengertian Neraca Pembayaran
Indonesia
Neraca
pembayaran adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh
transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan
moneter antara penduduk (resident) suatu negara dan penduduk luar negeri (rest
of the world) untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun (Hady,
2009).
Neraca
pembayaran mencatat jumlah ekspor dan impor, pemberian dan penerimaan jasa dari
negara lain, pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, penanaman modal, dan
hal-hal lain yang berhubungan dengan hubungan ekonomi. (Alam, S. 2007: 119)
Neraca
pembayaran (balance of payment) suatu
negara adalah catatan yang sistematis tentang transaksi internasional antara
penduduk negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu
(Nopirin, 1988).
2.3.1 Fungsi neraca pembayaran
1.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah di
bidang ekonomi. Dalam hal ini terkait ekspor impor, hubungan utang piutang,
hubungan penanaman modal, dan hubungan yang lainnya yang menyangkut neraca
pembayaran.
2.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dibidang
moneter dan fiskal. Dari neraca pembayaran dapat dilihat jumlah cadangan
devisa. Jika cadangan devisa sudah menipis, pemerintah akan membuat kebijakan
untuk menambah devisa atau menghemat devisa.
3.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengetahui pengaruh hubungan
ekonomi internasional terhadap pendapatan nasional.
4.
Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dibidang
politik perdagangan internasional.
2.3.2 Transaksi dalam Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran suatu negara
meliputi tiga jenis transaksi, yaitu transaksi berjalan, transaksi modal, dan
transaksi finansial atau keuangan. Transaksi berjalan akan mencakup segala
transaksi yang berasal dari perdagangan barang dan jasa serta pendapatan yang berasal
dari investasi asing.
Sementara
itu, transaksi modal dan transaksi keuangan umumnya didefinisikan sama. Dalam
arti sempit, transaksi modal hanya mencakup transaksi dalam instrumen keuangan,
sedangkan dalam arti luas, akun modal mencakup transaksi dalam instrumen
keuangan dan cadangan bank sentral. (wartaekonomi.co.id)
2.3.3
Penghitungan neraca pembayaran
Satu
hal yang paling utama dalam menghitung neraca pembayaran adalah keseimbangan
antara arus masuk dan arus keluar. Dalam artian, ketika seluruh komponen dalam
arus masuk dan arus keluar dijumlahkan, nilainya haruslah nol. Namun, sayangnya
hal tersebut relatif sulit ditemukan. Ketidakseimbangan tersebutlah yang akan
menghasilkan apa yang disebut dengan surplus dan defisit neraca pembayaran.
(wartaekonomi.co.id)
Bab
II
Pembahasan
3.1 Permasalahan terkait dengan
perdagangan luar negeri
· Pembebasan izin impor bawang putih
dan bawang bombay
Dikutip
dari CNBC Indonesia, Kementerian Perdagangan membebaskan izin impor bawang
putih dan bawang bombay. Ini dilakukan dari 18 Maret hingga 31 Maret 2020. Hal
ini dilakukan guna membuat harga segera turun. Dalam sebulan terakhir, harga
bawang putih sempat tembus Rp 70 ribu per kg dan bawang bombay mencapai Rp 140
ribu per kg atau naik lebih dari 100%.
Pembebasan
izin impor dilakukan dengan menghapuskan persetujuan impor (PI) serta laporan
surveyor (LS) bawang putih dan bawang bombay. Ini diatur dalam Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk
Hortikultura. Kebijakan ini dterapkan untuk menjaga harga barang dan bahan
pangan pokok seperti gula, bawang putih, daging, dan barang/bahan pokok lainnya
yang penyediaannya dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sehingga
diharapkan tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang signifikan di
masyarakat, apalagi dalam menghadapi dampak wabah COVID-19 dan menjelang bulan
Ramadhan serta Idul Fitri 1441 H.
Dengan
penghapusan Persetujuan Impor sebagaimana diatur dalam Permendag Nomor 27 Tahun
2020, maka seluruh persyaratan izin impor oleh Menteri Perdagangan termasuk
Rekomendasi untuk Persetujuan Impor bawang putih dan bawang bombay tidak
diperlukan lagi. Kemendag mengimbau semua pihak untuk memahami situasi pandemik
COVID-19 ini dan mengambil langkah-langkah cepat untuk mengamankan kebutuhan
pangan masyarakat. Kepada para importir diminta segera memanfaatkan relaksasi
ini dengan baik guna memenuhi pasokan di dalam negeri.
Jadi
dalam permasalahan diatas, terkait dengan kebijakan pembebasan izin impor
terhadap produk bawang merah dan bawang Bombay. Hal ini dilakukan untuk menjaga
ketersediaan di dalam negeri serta menjaga agar harga produk tersebut tetap
bisa dijangkau oleh masyarakat.
· Dampak Covid-19 Ekspor-Impor Terhambat Mengindikasikan Harga Pangan
Naik
Mewabahnya virus corona (Covid-19) sejak akhir Desember 2019 menyebabkan
lalu lintas perdagangan internasional terhambat. Adanya kenaikan harga sejumah
komoditas pangan terjadi lantaran terhambatnya impor akibat wacah Covid-19.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa
Roeslani mengatakan bahwa virus corona tentu berdampak pada sektor perdagangan
di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam sitasi ini (wabah corona, Red),
China menjadi partner dagang terbesar Indonesia. Sejumlah jenis barang
mengalami perlambatan teruma yang diimpor dari China akibat virus corona.
presentase impor barang dari China sebesar 26 persen, sementara ekspor ke China
sebesar 16,7 persen. Barang kebutuhan pangan yang di impor langsung dari China
meliputi bawang putih dan buah-buahan. Selain bawang putih, komoditas lain yang
harganya turut melonjak yakni gula pasir. Beberapa waktu terakhir, gula pasir
dalam kondisi yang cukup langka, harga gula pasir eceran sendiri kini dijual
seharga Rp17.000 per kilogram.
Keadaan tersebut diperburuk dengan kepanikan yang terjadi di kalangan
masyakat. Kondisi masyarakat yang berbelanja secara berlebihan (panic buying)
memicu kelangkaan sejumlah komoditas. Sebelumnya Kementerian Perdagangan
mengugkapkan, jika panic buying justu dapat merugikan masyarakat, kondisi ini
dapat memicu ketidakstabilan harga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan
pasokan. Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar tidak menyebar informasi
yang tidak jelas terkait pasokan dan harga bapok, serta tidak mudah terpancing
oleh berita-berita yang tidak benar terkait isu ini, sehingga menimbulkan
kekhawatiran yang berlebihan.
3.2 Permasalahan terkait dengan neraca
pembayaran
· Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV Surplus US$4,3 Miliar
Dikutip dari CNN
Indonesia, Bank Indonesia (BI)
mencatat Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) kuartal keempat
2019 surplus sebesar US$4,3 miliar. Realisasi ini tercatat jauh lebih baik
ketimbang kuartal sebelumnya yang defisit US$46 juta.
Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko mengatakan
surplus neraca pembayaran ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial
yang meningkat, serta defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali.
Dengan begitu, posisi cadangan devisa akhir Desember
2019 mencapai US$129,2 miliar atau naik dari September 2019 yang hanya US$124,3
miliar. Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor
atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Surplus
transaksi modal dan finansial mencapai US$12,4 miliar per kuartal IV atau lebih
tinggi dari kuartal sebelumnya US$7,4 miliar. Besarnya surplus didorong oleh
tingginya arus masuk investasi portofolio yang bersumber dari penerbitan
obligasi global, baik pemerintah maupun korporasi.
Selain itu, investasi lain juga mencatat surplus
sejalan dengan penarikan simpanan bank di luar negeri oleh pelaku domestik dan
bertambahnya penempatan dana nonresiden di bank dalam negeri.Sementara, defisit
neraca transaksi berjalan pada kuartal IV sebesar US$8,1 miliar (2,84 persen
dari Produk Domestik Bruto/PDB). Hal tersebut dikarenakan surplus neraca perdagangan
nonmigas yang meningkat, ditopang oleh penurunan impor nonmigas di tengah
kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat.
Secara keseluruhan, neraca pembayaran sepanjang
tahun lalu surplus US$4,7 miliar atau membaik dari tahun sebelumnya yang
defisit US$7,1 miliar. Defisit neraca transaksi berjalan sebesar US$30,4 miliar
atau 2,72 persen dari PDB atau membaik dari tahun lalu, yaitu 2,94 persen. Serta
senantiasa memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait guna
meningkatkan ketahanan sektor eksternal, termasuk mendorong peningkatan
Penanaman Modal Asing (PMA).
· Neraca Dagang RI Surplus Tinggi, Tapi Kenapa Harus Hati-hati?
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus tinggi pada Februari 2020. Namun dengan adanya hal itu, Indonesia perlu waspada. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pada Februari sebesar US$ 13,94 miliar atau naik 11% year-on-year (YoY). Sementara impor tercatat US$ 11,6 miliar, turun 5,11% YoY. Ini membuat neraca perdagangan membukukan surplus US$ 2,34 miliar, tertinggi sejak 2011.
Di satu sisi, neraca pembayaran yang surplus tinggi menjadi kabar baik. Ketersediaan valas di perekonomian domestik meningkat, sehingga tekanan transaksi berjalan (current account) menurun. Ini bisa menjadi modal untuk memperkuat fondasi rupiah. Namun di sisi lain, surplus ini patut dikhawatirkan. Pasalnya data yang ada begitu jelas menggambarkan rantai pasok yang rusak.
Investasi Suram
Pada Februari, BPS mencatat impor dari China turun US$ 1,95 miliar dibandingkan Januari. Penurunan terbesar terjadi di mesin dan perlengkapan elektrik, mesin dan peralatan mekanik, serta barang plastik dan barang dari plastik.
Pada Februari, impor barang konsumsi turun 12,81% YoY dan 39,91% month-on-month (MoM). Kemudian bahan baku/penolong turun 1,5% YoY dan 15,89% MoM. Sedangkan barang modal turun 16,44% YoY dan 18,03% MoM.
Koreksi di bahan baku/penolong dan barang modal membuat prospek investasi menjadi suram. Sebab, dua kelompok ini akan sangat menentukan realisasi investasi dalam beberapa bulan ke depan. Begitu investasi melambat, maka pada gilirannya konsumsi rumah tangga akan terpengaruh. Perlambatan investasi tentu menyebabkan keterbatasan penciptaan lapangan kerja. Akibatnya, daya beli rumah tangga bakal terpengaruh.
Oleh karena itu, sepertinya akan sulit untuk berharap Indonesia bisa terhindar dari perlambatan ekonomi. Bank Indonesia (BI) sudah memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2019 di bawah 5%.
Daftar
Pustaka
Alam, S. (2007). Ekonomi untuk SMA dan MA kelas X. Jakarta: Esis
Cnbcindonesia.com,
"Harga
Bawang Putih & Bombay Selangit, Mendag Bebaskan Impor", 25 Maret 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200325182015-4-147469/harga-bawang-putih-bombay-selangit-mendag-bebaskan-impor
[diakses pada 26 Maret 2020]
Cnbcindonesia.com, Neraca Dagang RI
Surplus Tinggi, Tapi Kenapa Harus Hati-hati?, 16 Maret 2020, https://www.cnbcindonesia.com/news/20200316120946-4-145132/neraca-dagang-ri-surplus-tinggi-tapi-kenapa-harus-hati-hati/3,
[diakses pada 26 Maret 2020]
Cnnindonesia.com, "Neraca
Pembayaran Indonesia Kuartal IV Surplus US$4,3 Miliar", 10 Februari
2020, https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200210110251-532-473185/neraca-pembayaran-indonesia-kuartal-iv-surplus-us-43-miliar,
[diakses pada 26 Maret 2020]
Effendy, A. (2014). ANALISIS NERACA
PEMBAYARAN INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KEYNESIAN DAN MONETARIS.
Fitri, W. (2014). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI NERACA TRANSAKSI BERJALAN : STUDI KASUS INDONESIA TAHUN 1990-2011. Economics Development Analysis
Journal. Hal 56
Kompas.com, "Perdagangan Internasional:
Pengertian dan Manfaatnya", 6 Januari 2020, https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/06/190000469/perdagangan-internasional-pengertian-dan-manfaatnya?page=all. [diakses pada 26 Maret 2020]
Newstrubus.id, "Dampak Covid-19
Ekspor-Impor Terhambat Mengindikasikan Harga Pangan Naik, Begini Penjelasan
Kadin", 12 Maret 2020,
https://news.trubus.id/baca/35780/dampak-covid-19-ekspor-impor-terhambat-mengindikasikan-harga-pangan-naik-begini-penjelasan-kadin,
[diakses pada 26 maret 2020]
Wartaekonomi.co.id,
"Apa
Itu Neraca Pembayaran Indonesia?", 18 April 2019, https://www.wartaekonomi.co.id/read224343/apa-itu-neraca-pembayaran-indonesia
[diakses pada 26 Maret 2020]
Mbak siti saya arif nim 010 izin bertanya... bagaimana dampak perdagangan internasional akibat pandemi saat ini?
BalasHapusTerimakasih
Baik terimakasih atas pertanyaannya. Seperti yang kita ketahui bahwa ekonomi tidak luput dari dari dampak covid-19. Sebagai contoh misal pemerintah menutup akses pelabuhan maupun penerbangan yang kita ketahui bahwa pelabuhan dan penerbangan merupakan akses bagi barang yang masuk maupun keluar.
HapusAssalamualaikum mbak siti saya mau nia miftahul janah nim 018 mau bertanya Dalam perdagangan internasional sering pemerintah memberi subsidi kepada perusahaan ekspor. Siapa saja sasaran pemberian subsidi itu mbak trimakasih
BalasHapusBaik terimakasih atas pertanyaannya. Jadi subsidi ekspor diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha dalam negeri untuk mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk meningkatkan produksinya agar dapat bersaing dipasar luar negeri.
Hapus